fbpx

Pedoman Lengkap Memilih Program Pensiun Terbaik

Dana Pensiun

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa hanya sekitar 27% saja (13,5 juta jiwa) dari total pekerja formal di Indonesia yang sudah ikut program pensiun. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga menyebutkan bahwa sebagian besar pekerja informal (sebanyak 68,2 juta jiwa) sama sekali belum memiliki jaminan pensiun. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun masih sangat rendah, baik dari sisi karyawan (pekerja) maupun dari sisi pengusaha (pemberi kerja).

Bahkan hasil survey yang dipublikasikan HSBC Indonesia di awal tahun 2019 ini menyebutkan bahwa 3 dari 4 pekerja di Indonesia berharap pada bantuan keuangan anak-anak mereka saat mereka pensiun. Namun hasil survey tersebut juga menunjukkan kenyataan bahwa hanya 1 dari 4 pensiunan yang mendapat bantuan keuangan dari anak-anaknya. Inilah yang mengindikasikan bahwa 73% pensiunan di Indonesia mengalami masalah keuangan; dan 19% pensiunan “terpaksa” bekerja lagi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama pensiun.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyebutkan bahwa baru sekitar 27% (13,5 juta jiwa) dari  total 50 juta pekerja formal yang sudah memiliki program pensiun. Bahkan sebagian besar dari total 68,2 juta pekerja informal tidak memiliki jaminan pensiun sama sekali.

Di lain pihak, angka harapan hidup penduduk Indonesia terus meningkat. Saat ini, angka harapan hidup orang Indonesia mencapai usia 72 tahun. Jika rata-rata penduduk pensiun di usia 55 tahun, maka masih ada 17 tahun masa hidup setelah pensiun yang harus dibiayai kebutuhan hidupnya. 

Lalu, bagaimana dengan biaya hidup yang dibutuhkan untuk 17 tahun masa pensiun tersebut? Apakah harus bekerja lagi setelah pensiun? Berapa dana yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup seseorang di masa pensiun?

Pedoman ini memberikan panduan lengkap untuk membantu kita memahami program dana pensiun sebagai solusi yang paling mudah dan murah dalam rangka menyiapkan pensiun yang bahagia dan sejahtera; dan untuk menemukan program dana pensiun yang tepat sesuai kebutuhan kita.

Sejarah Dana Pensiun

Kaisar Agustus (63SM – 14M) adalah yang pertama dalam sejarah yang memperkenalkan skema  dana pensiun dalam program dana militer yang diciptakannya.  

Selanjutnya di masa Kalifah Rashidun di awal abad ke-7 dalam bentuk Zakat yang dikumpulkan oleh pemerintah pada saat itu. Dana zakat yang terkumpul digunakan untuk membantu janda-janda, fakir miskin, dan anak-anak yatim yang digolongkan sebagai kaum yang membutuhkan.

Jenis-jenis Program Dana Pensiun Di Indonesia

Menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992, dana pensiun di Indonesia dikelompokkan menjadi 2 jenis dana pensiun berdasarkan lembaga penyelenggara-nya; yaitu:

  1. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)
  2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Di samping itu terdapat juga BPJS Ketenagakerjaan yang ditunjuk sebagai penyelenggara program pensiun dasar berdasarkan Undang-Undang No 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)

Dana Pensiun Pemberi Kerja adalah Dana Pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan pemberi kerja, selaku Pendiri, untuk menyelenggarakan Program Pensiun bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawan-nya sebagai Peserta, dan yang menimbulkan kewajiban terhadap si Pemberi Kerja.

Program Pensiun yang diselenggarakan oleh pemberi kerja (DPPK) ini dapat berupa program Dana Pensiun Manfaat Pasti maupun Dana Pensiun Iuran Pasti.

Contoh program dana pensiun DPPK antara lain:

  1. Tabungan Hari Tua dan Dana Pensiun Pegawai Negeri Sipil (PT. Taspen)
  2. Asuransi Sosial Prajurit TNI, POLRI dan Pegawai KEMENHAN (PT. Asabri)

Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Dana Pensiun Lembaga Keuangan adalah Dana Pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan Program Pensiun bagi masyarakat umum perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri. Program dana pensiun jenis ini bersifat sukarela.

Bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan, program Dana Pensiun ini terpisah dari Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) yang diselenggarakan bank atau perusahaan asuransi jiwa tempatnya bekerja.

Contoh program pensiun lembaga keuangan (DPLK) adalah program PAA Hebat.

BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan adalah badan hukum publik yang dibentuk melalui Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dengan tujuan mewujudkan terpenuhinya kebutuhan dasar (minimal) yang layak bagi setiap warga negara. Fungsi BPJS Ketenagakerjaan ialah menyelenggarakan program jaminan sosial ketenagakerjaan berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional; salah satu diantaranya adalah program jaminan pensiun (jaminan hari tua).

Program dana pensiun yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan bersifat wajib diikuti oleh setiap pekerja dan pemberi kerja yang beroperasi di Indonesia, namun bersifat sukarela bagi para pekerja mandiri (wirausaha).

Manfaat Program Dana Pensiun Bagi Pekerja Dan Pengusaha

Program dana pensiun memberikan manfaat positif bagi pekerja dan bagi pengusaha sebagai pemberi kerja. Dan tentu saja pada akhirnya, program dana pensiun memberikan manfaat positif juga bagi bangsa dan negara.

Berikut manfaat program dana pensiun bagi masing-masing pihak yang disebutkan di atas.

Manfaat program dana pensiun bagi pekerja (karyawan)

Bagi pekerja, manfaat dana pensiun diantaranya adalah:

  1. Sumber pendapatan (income) bagi diri pribadi dan keluarga di masa pensiun atau hari tua,
  2. Iuran ke-pesertaan program pensiun dapat menjadi faktor pengurang pajak penghasilan (PPh21),
  3. Hasil investasi iuran peserta bersifat bebas pajak.

Manfaat program dana pensiun bagi pengusaha

Di samping itu, program pensiun juga bermanfaat bagi badan usaha sebagai pemberi kerja; yaitu:

  1. Mencegah terjadinya masalah cash flow perusahaan saat harus melakukan pembayaran pensiun pekerja-nya, terutama saat terjadi pensiun akibat kematian maupun cacat tetap akibat kecelakaan.
  2. Memenuhi kewajiban pemberian imbalan pasca kerja (pensiun pekerja) sesuai ketentuan UU 13/ 2003 tentang ketenagakerjaan,
  3. Iuran dana pensiun yang disetor perusahaan adalah pengurang pajak penghasilan badan (PPh25),
  4. Iuran-nya ringan dan murah; dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan,
  5. Mengurangi beban masalah yang harus diperhatikan perusahaan, sehingga dapat lebih fokus dalam bisnisnya.

Manfaat program dana pensiun bagi bangsa dan negara

Pada akhirnya, program dana pensiun akan memberikan manfaat besar bagi perekonomian; yaitu:

  1. Meningkatkan rasa aman dan nyaman pekerja swasta maupun pegawai pemerintah karena sudah menyiapkan masa pensiunnya; sehingga…
  2. Meningkatkan produktifitas pekerja dan pegawai.
  3. Dana pensiun yang terkumpul adalah sumber modal dan investasi yang adalah “pelumas” bagi perekonomian.

Tips Memilih Program Pensiun Yang Tepat

Setelah memahami pentingnya persiapan pensiun, selanjutnya kita perlu menemukan program dana pensiun yang tepat, yang benar-benar dapat membantu kita menyiapkan pensiun yang bahagia dan sejahtera.

Untuk itu, kita dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini: 

1. Hitung Kebutuhan Dan Gaya Hidup Yang Diinginkan Saat Pensiun

Langkah pertama yang sangat penting dalam rangka menemukan program dana pensiun terbaik adalah dengan mengetahui secara pasti dan mendetil kebutuhan dan gaya hidup yang diinginkan saat pensiun.

Langkah awal ini seringkali dilewatkan oleh banyak orang yang pada akhirnya berakibat pada waktu dan uang yang terbuang sia-sia. Padahal, sudah umum diketahui bahwa untuk bisa mencapai suatu “lokasi” (tujuan), kita harus berhitung dulu biaya yang diperlukan dan waktu yang tersedia; betul bukan?

2. Hitung Dana Yang Harus Mulai Disisihkan

Langkah selanjutnya adalah menghitung berapa dana yang harus mulai kita sisihkan setiap bulannya, setiap tahunnya, atau sekaligus; agar bisa mencukupi kebutuhan dan gaya hidup yang kita inginkan saat pensiun.

Bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan membagi total dana kebutuhan dan gaya hidup yang sudah kita tentukan di langkah yang pertama dengan waktu yang tersedia mulai saat ini sampai dengan waktu atau umur yang kita rencanakan untuk mulai pensiun.

Untuk membantu kita dalam tahapan ini, kita dapat menggunakan kalkulator dana pensiun. Kalkulator dana pensiun menghitung secara detil dana pensiun minimum yang harus kita siapkan berdasarkan kebutuhan dan gaya hidup yang kita inginkan saat pensiun.

3. Cek Kredibilitas Penyelenggara Program

Kredibilitas adalah hal yang sangat penting bagi penyelenggara program dana pensiun. Program dana pensiun adalah produk keuangan jangka panjang. Sehingga kapasitas (kemampuan) perusahaan penyelenggara dalam mengelola dana iuran peserta dan mengembalikannya dalam bentuk klaim dana pensiun maupun saldo investasi sangatlah penting.

Berdasarkan Undang-Undang, kredibilitas perusahaan asuransi penyelenggara program dana pensiun dapat dilihat dari 3 indikator; yaitu:

  1. RBC (Risk Base Capital)
  2. Riwayat pembayaran klaim
  3. Aset (kekayaan) perusahaan

Risk Base Capital (RBC)

asuransi pendidikan terbaik 2020

Sumber: Laporan Keuangan Terkonsolidasi PT. Prudential Indonesia Tahun 2018 

Risk Base Capital (RBC) adalah perbandingan (persentase) total kekayaan perusahaan asuransi dibandingkan total kewajibannya membayar klaim dan saldo investasi nasabahnya.

Berdasarkan Undang-Undang, Risk Base Capital (RBC) minimum bagi perusahaan asuransi untuk dapat menyelenggarakan program dana pensiun adalah 120%. Artinya, perusahaan harus memiliki kekayaan minimal 1,2 kali dari total potensi klaim yang wajib ditanggungnya sesuai polis.

Sebagai contoh, gambar di atas menunjukkan bahwa Prudential Indonesia memiliki RBC 752%. Artinya Prudential Indonesia sanggup membayar 7 kali lipat dari total kewajiban klaim dan saldo investasi nasabah-nya; atau 6 kali lipat dari RBC minimum yang ditetapkan Undang-Undang.

Riwayat pembayaran klaim

asuransi pendidikan terbaik 2020

Sumber: Laporan Keuangan Terkonsolidasi PT. Prudential Indonesia Tahun 2018 

Data riwayat pembayaran klaim memberikan informasi kepada kita berapa besar klaim yang dibayarkan perusahaan tersebut selama setahun, per bulan, maupun per hari. Angka riwayat pembayaran klaim dapat menjadi patokan bagi kita sejauh mana kemampuan dan itikad baik perusahaan dalam melaksanakan kewajibannya membayar klaim. Semakin besar klaim yang telah dibayarkan perusahaan, akan semakin meningkatkan keyakinan kita sebagai calon nasabah.

Dari gambar di atas tercatat bahwa pada tahun 2018 Prudential Indonesia sudah membayar klaim sebesar total Rp. 12,3 Triliun (rata-rata Rp. 33,7 Miliar per hari).

Aset (kekayaan) perusahaan

ciri-ciri asuransi pendidikan murah dan terpercaya

Sumber: Laporan Keuangan Terkonsolidasi PT. Prudential Indonesia Tahun 2018 

Data kekayaan perusahaan juga penting untuk kita perhatikan. Sebagai calon nasabah, kita mencari perusahaan penyelenggara dana pensiun yang memiliki aset yang besar yang memungkinkannya beroperasi dalam jangka panjang; sesuai kebutuhan kita yaitu program dana pensiun yang adalah produk keuangan jangka panjang.

Dari gambar di atas ditunjukkan juga bahwa Prudential Indonesia memiliki aset sebesar Rp. 78,9 Triliun yang menjadikan Prudential Indonesia sebagai perusahaan asuransi kategori perusahaan besar.

Indikator-indikator tersebut di atas dapat kita lihat dalam laporan keuangan perusahaan yang telah di audit oleh Kantor Akuntan Publik. Namun demikian bagi sebagian besar kita, membaca laporan keuangan tentu tidaklah mudah.

Untuk itu kita dapat menggunakan bantuan pemerintah untuk “memeriksa”-nya untuk kita. Kita bisa menggunakan lembaga negara bernama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK  berwenang mengawasi lembaga-lembaga keuangan termasuk perusahaan penyelenggara dana pensiun.

Mari periksa perusahaan penyelenggara dana pensiun yang sudah atau yang akan kita pilih. Apakah terdaftar di OJK? Apakah memiliki RBC di atas 120%? Apakah memiliki riwayat pembayaran klaim yang baik? Apakah memiliki aset yang besar untuk membayar klaim seluruh peserta-nya di saat bersamaan?

4. Hubungi Agen Terpercaya

Selanjutnya, dengan berbekal nilai kebutuhan biaya hidup dan gaya hidup serta pilihan perusahaan penyelenggara program dana pensiun yang terbaik, kita dapat menghubungi agen lembaga keuangan penyelenggara program pensiun yang dapat dipercaya untuk mendapatkan perkiraan iuran yang harus kita setor untuk mencapai dana pensiun dan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita.

Mintalah pada agen Anda beberapa alternatif  alternatif iuran agar kita memiliki kebebasan untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Alternatif pembayaran iuran peserta dapat berupa setoran periodik (bulanan atau tahunan), atau setoran sekaligus (sekali bayar di muka), atau kombinasi keduanya.

Mintakan pula informasi detil tentang manfaat-manfaat yang diberikan dari program dana pensiun tersebut; baik manfaat pensiun-nya, maupun manfaat investasi-nya.

Tanyakan juga prosedur dan syarat pencairan dana pensiun maupun hasil investasi, serta syarat dan prosedur klaim saat resiko musibah sakit, kecelakaan, maupun kematian harus kita alami.

5. Cek Kredibilitas Agen

Selanjutnya, kita juga wajib memeriksa kredibilitas agen yang menawarkan program dana pensiun tersebut. Agen yang bisa dipercaya akan menjadi “jembatan penghubung” antara kita dengan perusahaan penyelenggara program dana pensiun.

Agen terpercaya wajib “mempertemukan” kebutuhan dan keinginan kita untuk mendapatkan dana pensiun yang tepat dengan program yang sesuai yang dapat memberikan solusi bagi masalah yang kita hadapi.

Agen yang kredibel juga akan memberikan wawasan yang cukup dan penjelasan yang mendetil bagi calon client -nya. Karena, lembaga keuangan yang diwakilinya telah memberikan pendidikan dan seleksi yang ketat terhadap mereka sebelum merekrut seseorang menjadi agen bagi perusahaannya.

Bagaimana cara mudah memeriksa kredbilitas agen? Berikut ciri-ciri agen yang kredibel yang dapat kita jadikan pedoman.

Memiliki Lisensi Yang Valid Dan Masih Berlaku

Sebagaimana halnya perusahaan asuransi, agen asuransi juga wajib terdaftar dan ber-lisensi. Izin (lisensi) bagi agen asuransi pendidikan dikeluarkan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Jiwa Syariah Indonesia (AASI). Kita dapat cek lisensi agen asuransi pendidikan yang kita hubungi tersebut dengan cara memasukkan nomor lisensi agen ke website AAJI/AASI, lalu klik “LIHAT AGEN.” Agen berlisensi akan muncul nama, foto, serta masa berlaku lisensinya. Kita tinggal mencocokkannya saja. 

Testimoni Yang Bagus Dari Client-nya

Kita juga dapat mengetahui kredibilitas agen melalui testimoni dari minimal 2 client (nasabah) mereka seperti contoh testimoni di atas. Testimoni dari client si agen dapat menjadi gambaran bagi kita menilai kemampuan dan kredibilitas agen tersebut. 

Punya Polis Atas Nama Sendiri

Satu lagi ciri yang penting yang dapat kita periksa untuk memastikan kredibilitas agen; yaitu dengan meminta mereka menunjukkan polis atas nama mereka sendiri. Trik ini mengikuti pepatah di negara Barat di bawah ini:

be careful with someone offers you clothes but doesn't wear any"

Yang dalam bahasa Indonesia artinya: Berhati-hatilah dengan orang yang menawarkan pakaian padahal dia sendiri telanjang.

Karena asuransi adalah produk jangka panjang yang membutuhkan kepercayaan, sangat wajar jika kita sebagai calon nasabah mengetahui bahwa si agen asuransi adalah juga nasabah asuransi yang ditawarkannya. Setuju?..

Terakhir, pilihlah program pensiun yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang kita siapkan.

Konsultasikan pilihan-pilihan yang tersedia dengan agen Anda. Agen terpercaya akan membantu kita menentukan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan, sekaligus menjadi solusi masalah yang kita hadapi.

Ia juga akan menyarankan pilihan yang sesuai anggaran kita berdasarkan skala prioritas yang kita telah tetapkan.

Hubungi agen terpercaya dan ketahui lebih lanjut tentang Program Pensiun Terpercaya. Klik Whatsapp berikut!

Rekomendasi Program Dana Pensiun Yang Bagus

Di tengah banyaknya program dana pensiun, memilih program yang tepat seringkali mengakibatkan kesulitan yang menguras pikiran.  Pentingnya persiapan pensiun membuat kita harus berhati-hati dalam memilih program dana pensiun yang tepat.

Sebagaimana telah kita pelajari bersama di bagian sebelumnya dalam pedoman ini, program dana pensiun yang bagus adalah sesuai dengan kebutuhan kita. Yaitu yang akan memberikan kepada kita dana pensiun yang minimal sama dengan yang kita harapkan.

Berikut ini rekomendasi program dana pensiun yang bagus dan lengkap serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang kita telah siapkan;

Kesimpulan

Program dana pensiun adalah solusi yang tepat untuk menyiapkan masa pensiun yang bahagia dan sejahtera.

Pengetahuan yang detil tentang kebutuhan berapa dana pensiun yang harus kita siapkan serta waktu yang tersedia adalah langkah awal yang sangat penting untuk membantu kita memilih program dana pensiun yang tepat.

Selanjutnya kredibilitas perusahaan, kredibilitas agen, serta penyesuaian anggaran sesuai skala prioritas kita menjadi kunci penting berikutnya

Semoga bermanfaat!

lifefriend.id

Bagikan:

Tuliskan komentar Anda di sini

Video Pilihan Untuk Anda

Pendapat Client Tentang Kami

Artikel Populer

Sign up for our Newsletter

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Open chat
1
Hai! Ada yg dpt kami bantu?
powered by ADA-SOLUTION
Hai!..dg Yati di sini..
Adakah yg bisa kami bantu sehubungan Pedoman Lengkap Memilih Program Pensiun Terbaik?